Minggu, 21 April 2013


Unsur, Senyawa, dan Campuran

Pada posting yang berikut ini saya akan membahas tentang Unsur, Senyawa dan Campuran dari :

1. Kawat Crom yang dipanaskan









2. gula pasir yang dipanaskan









3. serbuk besi dan serbuk belerang jika ditarik besi baik yang sebelum maupun sesudah dipanaskan









okeeey sekarang langsung kita masuk ke pembahasan nya . .

Prinsip Kerja : melakukan percobaan dan pengematan terhadap suatu zat / benda dengan memberi perlakuan dan mengklasifikasikannya ke dalam unsur, senyawa, dan campuran berdasarkan hasil yang diperoleh dalam pengamatan

Tujuan Praktikum :
  • dapat membedakan unsur, senyawa dan campuran
  • dapat mengelompokkan suatu zat kedalam unsur, senyawa dan campuran
Dasar Teori : Unsur adalah suatu zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi bagian bagian yang lebih kecil dengan cara kimia biasa. Bagian terkecil dari unsur adalah atom. Setiap dalam suatu unsur pasti akan diberi lambang sesuai dengan aturan penulisan dalam internasional
 a)  untuk lambang unsur yang hanya mempunyai / yang hanya terdiri atas satu huruf, penulisan itu menggunakan huruf kapital. 
contoh : H,Hidrogen O,Oksigen N,Nitrogen C,Carbon dll
b) untuk lambang unsur yang terdiri dari dua huruf, penulisan huruf pertama menggunakan huruf kapital dan huruf kedua dengan menggunakan huruf kecil.
contoh : Na,Natrium Ca,Calsium Fe,besi Al,alumunium
Menurut sifatnya, unsur dibedakan menjadi :
  • Unsur logam. contoh : Besi, Perak, Tembaga, Alumunium, Seng, Nikel, dsb
  • Unsur non logam. contoh : Oksigen, Hidrogen, Helium, Karbon
*Lambang Unsur*
  1. jaman kuno : alkimia, menggunakan simbol-simbol yang sulit untuk dibuat
  2. jaman John Dalton : menggunakan simbol simbol lingkaran
  3. jaman Berzelius : pada model atom Berzelius menggunakan lambang berupa huruf, model atom ini bertahan hingga sekarang
Senyawa, adalah gabungan dari 2 atau lebih unsur yang saling bereaksi dan tidak memiliki sifat yang sama dari unsur penyusun nya. Proses penguraian senyawa dapat terjadi karena proses pemanasan atau aliran listrik. Rumus kimia dalam suatu senyawa dapat berupa rumus molekul dan rumus empiris. Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan suatu perbandingan terkecil atau jumlah dari atom atompembentuk senyawa. Sedangkan rumus molekul adalah suatu molekul yang ada dalam rumus kimia yang menyatakan suatu jenis serta jumlah atom yang dapat menyusun zat.
#sifat sifat yang ada dalam senyawa
  1. senyawa itu dapat terbentuk apabila melalui suatu proses dari reaksi kimia.
  2. komponen penyusun yang ada pada suatu senyawa pasti mempunyai suatu perbandingan tertentu yang sifatnya itu tentu saja tetap.
  3. senyawa tidak akan bisa dipisahkan dengan komponen penyusunnya kembali dengan melalui reaksi fisika
Campuran, adalah gabungan dari 2 atau lebih unsur atau senyawa yang tidak saling bereaksi dan masih memiliki sifat yang sama dari penyusunnya. Sifat asli dalam suatu zat pembentuk campuran yaitu ada yang masih dapat dibedakan satu sama lain. Berdasarkan homogenitasnya, campuran dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
  1. campuran homogen, yaitu campuran yang terdiri diantara dua zat atau lebih yang apabila pertikel partikel penyusunnya itu tidak bisa dibedakan. contoh : air gula
  2. campuran heterogen, yaitu campuran antara dua zat atau lebih yang partikel partikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lain. contoh : air minyak, air tanah

Alat dan Bahan :
  1. kawat Crom
  2. pembakar Bunsen
  3. cawan penguapan
  4. gula pasir
  5. magnet
  6. serbuk besiserbuk belerang
  7. kaki tiga
  8. kassa asbes
  9. pembakar spirtus

Prosedur / langkah kerja :
  1. Panaskan kawat Crom pada pembakar Bunsen menggunakan api pemijaran yang biru (amati)
  2. Panaskan gula pasir pada cawan penguapan (amati)D
    Dari hasil pengamatan simpulkan perbedaan kawat Crom dan gula pasir
  3. a) Pada cawan penguapan campurkan1,75 gram serbuk besi dengan 1 gram serbuk belerang. 
    b) Aduk sampai rata (amati)
    c)dekatkan serbuk besi dan serbuk belerang dengan magnet (amati)
  4. Lakukan percobaan 3a dan 3b, kemudian panaskan diruang asam hingga semuanya berubah.
    Dekatkan zat hasil pemanasan dengan magnet.

Pengamatan :
  1. memanaskan kawat Crom
    • keadaan awal, kawat Crom sebelum dipanaskan berbentuk silinder kecil berwarna silver
    • pada saat dipanaskan, kawat Crom berubah warna menjadi merah membara
    • pada saat selesai pemanasan kawat Crom kembali ke bentuk semula
     
  2. memanaskan gula pasir sampai terjadi perubahan
    • keadaan awal, gula pasir berbentuk kristal dan berwarna putih
    • keadaan saat dipanaskan, gula pasir menjadi meleleh dan berwarna coklat
    • keadaan akhir setelah dipanaskan, gula menjadi larutan kental berwarna hitam kecoklatan namun lama kelamaan membeku
  3. mencampurkan besi dan belerang lalu mendekatkannya dengan magnet
    • besi, sebelum dan sesudah dicampurkan dengan magnet tetap tertarik oleh magnet
    • belerang, sebelum dan sesudah dicampurkan dengan besi tetap tidak tertarik oleh magnet
     
  4. memanaskan campuran besi dan belerang lalu mendekatkan ke magnet
    • setelah dipanaskan, campuran serbuk besi dan serbuk belerang lama kelamaan akan meleleh
    • saat didekatkan ke magnet (setelah dipanaskan), serbuk besi dan serbuk belerang tidak tertarik oleh magnet



Pembahasan :
  1. kawat Crom termasuk ke dalam unsur karena Crom tidak tersusun atas beberapa unsur
  2. gula pasir termasuk ke dalam senyawa, karena gula tersusun atas beberapa unsur, yaitu = Karbon, Hidrogen, Oksigen
  3. campuran antara serbuk besi dan serbuk belerang merupakan campuran heterogen karena terdapat perbedaan yang jelas antara serbuk besi dan serbuk belerang
  4. pada saat mendekatkan magnet pada campuran antara serbuk besi dan serbuk belerang, yang tertarik hanya serbuk besi karena merupakan salah satu dari sifat magnet, yaitu dapat menarik besi
  5. pada saat memanaskan gula, gula berubah menjadi hitam kecoklatan dan berbentuk cairan kental. hal itu terjadi karena pada saat gula dipanaskan, gula bereaksi dengan oksigen
  6. pada saat pemanasan kawat Crom harus menggunakan api pemijaran karena jika tidak, akan terjadi perubahan warna pada kawat Crom

Kesimpulan :
  1. unsur, senyawa dan campuran dapat kita bedakan dilihat dari sifat kimia dan sifat fisikanya
  2. unsur adalah bagian terkecil dari suatu materi yang tidak dapat dibedakan lagi dengan reaksi kimia biasa
  3. senyawa adalah gabungan dari 2 atau lebih unsur yang saling bereaksi dan tidak memiliki sifat yang sama dari unsur penyusun nya
  4. campuran adalah gabungan dari 2 atau lebih unsur atau senyawa yang tidak saling bereaksi dan masih memiliki sifat yang sama dari penyusunnya terseut
  5. pemanasan serbuk besi dan serbuk belerang menghasilkan gas SO2 (sulfur dioksida)
  6. pada saat gula dipanaskan, terurai menjadi karbon dan air
  7. hasil dari praktikum :
    • kawat Crom termasuk unsur
    • gula termasuk senyawa
    • campuran antara serbuk besi dan serbuk belerang adalah campuran heterogen
    • campuran antara serbuk besi dan serbuk belerang yang sudah dipanaskan termasuk senyawa
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews